Babymoon (Part-1), Bermalam di KLIA dan Menapaki UNESCO World Heritage Angkor Wat, Siem Reap, Cambodia


Angkor Watt (Source: Pexels)
Awalnya trip ini kami niatkan sebagai honeymoon yang tertunda, berhubung saat trip berlangsung aku telah hamil 4 bulan, jadi lah aku sebut babymoon saja.

Tiket pesawat kami booking di bulan Mei 2016 pas banyaknya promo AirAsia, saat itu bertepatan momen lamaran. Jadwal penerbangan promo adalah di awal tahun 2017. Qadarullah sebulan setelah menikah September 2016 aku hamil. Untungnya pas jadwal ng-trip kehamilanku sudah masuk 4 bulan sehingga aman dan di acc oleh obgyn.




Transit di KLIA


21 Januari 2017, Menjelang maghrib kami berangkat dari kontrakan yang saat itu di kebon jeruk menuju Soetta. Tiket tujuan keberangkatan adalah dari Jakarta menuju Phnom Penh dengan transit di Kuala Lumpur. Sebagaimana tiket diatas, kami tiba di KL tengah malam waktu setempat. Alhasil ada waktu cari McD dulu di KLIA buat ganjal perut dan update status sosmed jika sedang berada di Kuala Lumpur. Bumil (ibu hamil) malam itu tidur di kursi bandara.

Tiba di  Phnom Penh

Keesokan paginya, 22 Januari 2017 dilanjutkanlah penerbangan ke destinasi tujuan, Phnom Penh. Bandaranya kecil, lebih kecil dibanding bandara Adi Soetjipto Jogja. Keluar bandara sudah banyak driver yang berbaris menawarkan taksi ataupun tuktuk. Berdasar saran-saran blogger traveling lainnya, sebaiknya berjalan keluar pagar bandara saja dulu baru memesan tuktuk. Kami memesan tuktuk untuk mengunjungi Royal Palace Phnom Penh.
mengunjungi Royal Palace Phnom Penh
Setelah mengunjungi Royal Palace yang terletak di tepi sungai Mekong, dan berkeliling di area sekitarnya, kami kembali memesan tuktuk untuk  menuju terminal tempat mencari bus tujuan Siem Reap.

Fyi, di Kamboja ini berlaku 2 mata uang USD & KHR.

Perjalanan ke Siem Reap

Perjalanan dilanjutkan menuju Siem Reap menggunakan bis Phonm Penh Sorya yang pada saat itu tarifnya sebagai berikut:

tiket bis Phnom Penh - Siem Reap
tampilan dalam bis Sorya
Isi penumpang bis sebagian besar adalah turis mancanegara dengan backpack carrier besar dipundaknya, hanya sebagian kecil penduduk lokal. Perjalanan Phnom Penh - Siem Reap memakan waktu sekitar 5 jam.

Selama perjalanan menuju Siem Reap aku saksikan, ternyata kemajuan Indonesia jauh diatas negeri ASEAN satu ini. Sepanjang jalan masih banyak lahan kosong yang terlihat seperti hutan dan semak-semak. Ada sekali dua penumpang lokal turun untuk buang air di semak-semak pinggir jalan, sepertinya hal tersebut sudah menjadi kebiasaan.

Sesekali barulah terlewati rumah-rumah penduduk yang masih berbentuk rumah panggung. Aku terperangah saat ditengah perjalanan kami singgah di rest area bis, banyak serangga bergantungan yang dijual sebagai makanan.

Penginapan Recommended

Mendekati distrik Siem Reap barulah terlihat banyak kemerlap lampu bercahaya. Setibanya di Siem Reap kami langsung memesan tuktuk untuk mengantarkan ke penginapan yang telah dibooking sebelumnya di booking.com


Harga Sarapan adalah US$3 per orang per malam.
Tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit, hanya uang tunai saja.


Hostel Ayvalik sangat recommended menurutku. Tampilan luarnya kecil, tapi di dalamnya luas banget untuk ukuran penginapan budget. Kurang lebih seperti apartemen 1 kamar tidur tipe 40.


kamar hostel Ayvalik Siem Reap
kitchen set dalam kamar
kamar mandi dengan bathtub & pemanas

Lokasinya juga sangat strategis. Buat ukuran bumil sepertiku cukup berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai ke night market dari hostel ini. Ada mini market di ujung gang sehingga aman saat butuh asupan konsumsi. Yang terpenting adalah penginapan ini dekat dari travel yang akan membawa kami ke destinasi selanjutnya, Bangkok.

Night Market Siem Reap



Aku menyesal tidak memborong oleh-oleh di night market Siem Reap. Aku hanya berbelanja sedikit karena berpikir anggaran oleh-oleh akan dibelanjain di Bangkok dan sebagian lagi di Pataya. Jika tau dari awal bahwa harga di Night Market Siem Reap saaaangat murah dibanding harga yang akan aku temui di Bangkok & Pattaya, bahkan lebih murah dari harga di Indonesia, harusnya 50% oleh-oleh aku anggarkan disini saja baru 25% di Bangkok & 25% di Pattaya. Sebagai gambaran harga kaos rata-rata USD 2/piece.

Destinasi Utama, Angkor Wat

tiket masuk angkor wat
Keesokannya, subuh kami telah bersiap-siap untuk berangkat ke destinasi utama, Angkor Wat. kami menyewa sebuah tuktuk untuk pulang-pergi seharga USD 15. 


menuju angkor wat
Perjalanan ke Angkor Wat dari Ayvalik Hostel sekitar setengah jam menggunakan tuktuk. Memang musti menyewa sebuah tuktuk untuk PP dan memutari komplek angkor wat. Jika memutari area angkor wat tanpa maskapai roda 3 ini pasti gemporrr. Naik turun mutari area candinya saja sudah ngos-ngosan apalagi jika ngeteng cari tuktuk on the spot. Komplek angkor wat terdiri dari belasan candi yang lokasi antar candinya cukup jauh, berbeda dengan prambanan atau borobudur kita yang berada pada satu spot.







komplek angkor wat
Sebagai seorang pengagum serba serbi ancient civilization aku takzim dan terkesima melihat area komplek candi angkor wat. Bayanganku dulu disini berdiri sebuah kekuasaan besar yang kasihan harus kehilangan kebesarannya, aku banyak ngelamun dan berimajinasi rupa-rupa kejayaan kerajaan diatas Angkor Wat pada zaman dulunya. 

babymoon ke angkor wat
Siem Reap hidup dari Angkor Wat. Tanpa Angkor Wat, Siem Reap bukanlah apa-apa. Kota ini masih secluded banget.

Berhubung trip ini aku dalam kondisi hamil, hal yang paling tidak nyaman adalah makan. Karena aroma babi seakan dimana-mana dan hampir terlihat dimanapun terjajakan insecta alias serangga, iuuuhh.. macam tarantula pun ada.

Untungnya kami sudah membekali diri dengan tumpukan Mie Gelas dan Energen dari Indonesia, serta penginapan menyediakan water heater. Di minimarket kami membeli stok telor yang kemudian  juga direbus menggunakan water heater. Kami juga banyak membeli buah-buahan karena disini murah, serta roti dan selai yang berlogo halal.

Destinasi Selanjutnya

24 Januari 2017,  selamat tinggal Siem Reap. Kami melanjutkan perjalanan ke Bangkok menggunakan travel yang memakan waktu sekitar 5 jam. Travel yang kami gunakan Mekong Express Limousine Bus yang bisa dipesan secara online melalui website http://catmekongexpress.com/contact.aspx

travel menuju Bangkok
Ini kali pertamaku melewati perbatasan negara melalui jalur darat. Proses imigrasi tentu berbeda dengan di bandara. Barang-barang dalam mobil travel harus dikeluarkan dan dibawa masing-masing. Pemilihan bongkar tas dipilih secara random. Dan setiap orang diinterview singkat.

Oh iya, jika masih menyimpan Riel alias KHR sebaiknya ditukarkan kembali ke dalam USD sebelum meninggalkan Kamboja, karena bisa jadi tidak laku atau nilai tukar sangat jatuh, itu yang kami alami baru menukarkan di money changer sekitaran perbatasan, ada yang tidak mau menukar dan ada yang mau tapi dengan nilai yang kecil.


Satu pesanku lagi jika ada yang ingin mengunjungi Angkor Wat sebaiknya telah menyelesaikan hajat buang air di penginapan, dan sedikit minum menjelang perjalanan. Karena toilet yang aku temui disana saat itu merupakan toilet umum terburuk yang pernah aku temui, si kuning mengambang tidak disiram oleh pengguna-pengguna sebelumnya.

2 Comments

  1. woaaa untuk perjalananya cukup seru ya mbak, tapi fasilitas ga terlalu baik, hahaha saran yang palng akhir amat berguna bagi traveller yang akan berkunjung kesana,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya fasilitas di Indonesia jauh lebih baik dari fasilitas disana. .

      Delete